Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Ilmuwan Indonesia yang Terlupakan

136695313146328861

Joe Hin Tjio (Sumber: Wikipedia)

 

 

Awal abad 20, tepatnya pra kemerdekaan, masyarakat keturunan Tionghoa semakin meningkat. Ini ditandai dengan semakin kuatnya eksistensi komunis di Indonesia. Masyarakat Tionghoa yang bermigrasi dari Asia sudut timur, menetap dalam tempo yang lama sehingga menjadi warga Negara Indonesia. Jadilah sampai sekarang masarakat berdarah Tionghoa menjamur di saentro NKRI. Realitas ini ternyata menghadirkan seorang tokoh dunia berdarah Tionghoa yang lahir di Indonesia bernama Joe Hin Tjio lahir di Pulau Jawa tanggal 2 November 1919 (lebih muda 18 tahun dari Bung Karno) dan meninggal tanggal 27 November 2001 di Gaithersburg, MD., Amerika Serikat.

Menapak tilas kehidupan Joe, lahir ketika zaman kependudukan penjajah Belanda. Joe merupakan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mengambil konsentrasi ilmu tentang hiibrida (pewarisan sifat). Sempat dipenjara selama tiga tahun pada zaman kependudukan penjajah Jepang. Setelah itu hijrah ke Spanyol untuk melanjutkan Studi. Dan disinilah karirnya dalam bidang sains semakin menanjak.

Setiap manusia yang mempelajari Sains di sekolah setidaknya pasti pernah mempelajari tentang genetik atau kromosom. Dan jika ditanya tentang jumlah kromosom manusia, maka setiap siswa akan serentak menjawab bahwa ada 46 jumlah kromosom dengan pola, 22pasang + XY (untuk laki-laki) dan 22 Pasang + XX (untuk susunan kromosom Perempuan). Namun tidak banyak yang tahu, ternyata dari tahun 1921 sampai 1955, semua manusia ketika itu menganggap bahwa jumlah kromosom manusia ada 46. Asumsi ini diperoleh setelah Theophilus Painter melakukan penelitian dan menlihat bahwa di dalam sel yang diteliti mengandung 48 kromosom. Apalgi setelah penelitian sebelumnya tentang sel gorilla dan simpase, ditemukan jumlah kromosom ada 48. Sehingga ini semakin menjelaskan bahwa manusia masih erat hubungannya dengan gorilla dan sinpanse dalam kelas primate. Namun setelah 32 tahun asumsi painter bertahan, pada tahun 1955, seorang Indonesia bernama Joe Hin Tjio mematahkan asumsi painter. Setelah melakukan penelitian dan ditemukan ternyata di dalam sel mengandung 46 kromosom.

Teori Painter pun patah dan ini memunculkan kesimpulan baru bahwa manusia menjadi bangsa ungka yang memiliki 46 kromosom. Teori baru yang ditetapkan dari hasil penelitian Joe dibantu Levan (seorang Swedish) bertahan sampai sekarang. Dan Joe pada saat itu sempat berujar: “Rasanya tidak ada orang yang begitu buta sehingga tidak melihat yang mereka lihat.”

Dampak dari penemuan baru Joe ini ternyata mempengaruhi pihak Vatikan. Pada tahun 1996 secara mengejutkan Paus Johanes-Paulus II, pemimpin Umat KAtolik waktu itu berpesan bahwa: “antara Kera purba dan Manusia modern terdapat suatu “diskontinuitas ontologism” -yakni suatu tahap ketika Tuhan meniupkan ruh ke dalam sosok yang semula turunan hewan. Maka kita boleh mengatakan bahwa dengan ini Gereja Katolik secara resmi mulai dapat menerima teori evolusi.”

 

Pada dasasrnya hewan ungka memiliki 48 kromosom. Namun manusia menjadi berbeda ketika jumlah kormosomnya 46 buah. Namun penelitian selanjutnya melihat bahwa ada kemiripin di satu pasang kromosom pada manusia yang cukup besar dengan dua pasang kromosom yang ada di hewan Ungka lainnya seperti Sinpanse. Dan terori baru pun menggema. Para peneliti beramsumsi bahwa telah terjadi evolusi pada kromosom. Dua pasang kromosom pada ungka berfusi dan membentuk satu pasang kromosom. Dan inilah yang dimaksud oleh Paus Johanes Paulus II dengan tiupan ruh, dua menjadi satu.

Sumber : http://sosok.kompasiana.com/2013/04/26/ilmuwan-indonesia-yang-terlupakan-550399.html

Baca SelengkapnyaIlmuwan Indonesia yang Terlupakan

Minggu, 23 Januari 2011

China Bangun Taman Antariksa

 China tengah membangun taman bertemakan luar angkasa sebagai pusat ilmu pengetahuan yang ditujukan bagi generasi muda yang ingin lebih dekat dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan ruang angkasa dan antariksa. Namun demikian, taman sains yang dibangun di Wencang itu nantinya dibuka untuk publik.

Untuk diketahui, Wenchang adalah pusat peluncuran satelit China yang kini masih dalam proses pembangunan sejak tahun 2007. Ia dijadwalkan rampung pada tahun 2013 sebagai bantal peluncuran roket buatan China.

Taman Antariksa itu akan berdiri di atas tanah seluas 120 hektare di Kota Wencang, propinsi Hainan. "Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya 3 miliar yuan (setara Rp27 triliun)," kata desainer taman itu, dikutip VIVAnews dariXinhua, Rabu 19 Januari 2011.

Apa yang bisa ditemui di taman antariksa China ini? Di dalamnya terdapat empat seksi pameran, yaitu Bumi, Bulan, Mars, dan Matahari. "Pengunjung bahkan bisa masuk ke stasiun peluncuran roket dan menonton peluncuran roket yang sebenarnya," ujar pejabat yang berwenang.

Taman ini dibangun oleh China Aerospace International Holdings Limited, perusahaan pembiayaan yang terdaftar di bursa Hong Kong, yang mana China Aerospace Science and Technology Corporation sebagai pemegang saham mayoritasnya.

Sekadar diketahui, China saat ini memiliki tiga stasiun peluncuran, termasuk Jiuquan Satellite Launch Center, Taiyuan Satellite Launch Center, dan Xichang Satellite Launch Center.
Baca SelengkapnyaChina Bangun Taman Antariksa

Survey: gaji Presiden 28 Kali Lebih Tinggi dari Pendapatan Per Kapita

residen Susilo Bambang Yudhoyono curhat soal gajinya yang tak naik-naik selama tujuh tahun berkuasa. Namun menurut majalah bergengsi asal Inggris, The Economist, gaji presiden di Indonesia adalah gaji dengan kesenjangan tertinggi ketiga dari 22 negara yang disurvei tahun lalu.
The Economist menyurvei soal gaji presiden atau perdana menteri yang dibandingkan dengan pendapatan per kapita masing-masing negara.  Data tersebut secara tak langsung mencerminkan bagaimana kesederhanaan seorang kepala negara dan sekaligus kesenjangan pendapatan presiden dengan rakyatnya.

Berdasar urutan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menduduki ranking ketiga yang kesenjangan antara gaji dia dengan pendapaan per kapita masyarakat.
Gaji per tahun yang diterima Presiden SBY mencapai 124.171 dolar per tahun. Menurut catatan majalah itu, dengan angka tersebut berarti gaji SBY 28 kali lipat dari pendapatan per kapita. (Lihat tabel gaji para pemimpin dunia versi Economist).
Urutan nomor pertama kesenjangan gaji tertinggi adalah presiden Kenya yang gajinya pokoknya 427.886 dolar yang berarti 240 kali lipat dari pendapatan per kapita rakyatnya.
Di susul urutan kedua PM Singapura yang besarnya gaji 2.183.516 dolar atau 42 kali lipat pendapatan per kapitan rakyat Singapura
  • Republika
Baca SelengkapnyaSurvey: gaji Presiden 28 Kali Lebih Tinggi dari Pendapatan Per Kapita

Rabu, 19 Januari 2011

Empat Tahun, Satelit Pertama RI Masih mengorbit


Satelit pertama buatan Indonesia, Lapan-Tubsat hingga saat ini masih mengorbit. Pada 10 Januari 2011 lalu, satelit ini berulang tahun keempat.
Untuk diketahui, satelit ini diluncurkan pada 10 Januari 2007 dari Pusat Antariksa Satish Dhawan di India.

Ini di jauh di luar perkiraan. Sebab, dalam rancangan awal, satelit ini diperkirakan hanya akan berusia tidak lebih dari dua tahun. Keberhasilan ini merupakan suatu pembuktian bahwa engineer (perekayasa) Indonesia mampu membuat satelit yang andal.

Deputi Bidang Teknologi Dirgantara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Soewarto Hardhienata, satelit Lapan-Tubsat masih berfungsi dengan baik dan masih terus memberikan gambar dari ruang angkasa.

”Bahkan, jika tidak ada anomali, Lapan-Tubsat masih akan terus beroperasi hingga beberapa tahun lagi,” kata dia dalam rilis yang diterimaVIVAnews, Selasa 18 Januari 2011.

Kata dia, ini adalah hal yang luar baisa bagi sebuah satelit mikro. "Karena banyak satelit semacam ini hanya berusia dua tahun."

Dijelaskan dia,  Lapan-Tubsat merupakan satelit mikro atau satelit berukuran kecil dengan bobot 57 kg. Satelit ini berorbit polar atau mengelilingi bumi dengan melewati kutub.

Satelit tersebut melewati wilayah Indonesia sebanyak dua kali per hari. Selama empat tahun, Lapan-Tubsat telah menghasilkan berbagai video pemantauan bencana misalnya gunung meletus, pemantauan kebakaran hutan, dan pemantauan perkembangan jembatan Suramadu.

Bahkan, menurut Kepala Bidang Teknologi Ruas Bumi Dirgantara Lapan, Chusnul Tri Judianto, Lapan dapat mengambil gambar letusan Gunung Merapi pada 2010. Saat itu, satelit-satelit penginderaan jauh milik negara-negara maju, tidak dapat mengambil gambar gunung itu karena seluruh wilayah udara di Merapi tertutup awan akibat erupsi.

”Inilah kelebihan Lapan-Tubsat. Satelit ini dapat digerakkan, sehingga mampu ’melirik’ dari sisi samping wilayah yang ingin dilihat. Pada satu hari itu, hanya Lapan-Tubsat yang berhasil melihat Merapi dari 650 kilometer di atas permukaan bumi,” ujar Chusnul.

Ke depan, Lapan akan terus melakukan pengembangan satelit. Dijelaskan Soewarto, kini Lapan sedang membangun dua satelit yaitu Lapan-A2 dan Lapan-Orari.

Kedua satelit yang disebut Twin- Sat atau Satelit Kembar berorbit ekuatorial, sehingga akan melewati Indonesia lebih banyak dari Lapan-Tubsat, yaitu 14 kali per hari. Kedua satelit akan mengemban misi untuk mitigasi bencana.

Rencananya Twin Sat akan diluncurkan pada 2011 ini dengan menggunakan roket India. Lapan-A2 akan membawa muatan AIS (Automatic Identification System) untuk mengindentifikasi kapal laut di perairan Indonesia dan kamera video dengan cakupan tiga kali lebih lebar dari Lapan-Tubsat.

Sementara, Lapan-Orari akan membawa muatan voice repeater dan APRS Repeater untuk komunikasi anggota Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) saat bencana. Satelit ini juga akan membawa ADI star (Attitute Determination Instrument). Instrumen ini akan mengeluarkan cahaya seperti bintang yang terlihat dari bumi dengan mata telanjang.
• VIVAnews
Baca SelengkapnyaEmpat Tahun, Satelit Pertama RI Masih mengorbit

China Bangun Taman Antariksa

 China tengah membangun taman bertemakan luar angkasa sebagai pusat ilmu pengetahuan yang ditujukan bagi generasi muda yang ingin lebih dekat dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan ruang angkasa dan antariksa. Namun demikian, taman sains yang dibangun di Wencang itu nantinya dibuka untuk publik.

Untuk diketahui, Wenchang adalah pusat peluncuran satelit China yang kini masih dalam proses pembangunan sejak tahun 2007. Ia dijadwalkan rampung pada tahun 2013 sebagai bantal peluncuran roket buatan China.

Taman Antariksa itu akan berdiri di atas tanah seluas 120 hektare di Kota Wencang, propinsi Hainan. "Proyek ini diperkirakan akan menelan biaya 3 miliar yuan (setara Rp27 triliun)," kata desainer taman itu, dikutip VIVAnews dariXinhua, Rabu 19 Januari 2011.

Apa yang bisa ditemui di taman antariksa China ini? Di dalamnya terdapat empat seksi pameran, yaitu Bumi, Bulan, Mars, dan Matahari. "Pengunjung bahkan bisa masuk ke stasiun peluncuran roket dan menonton peluncuran roket yang sebenarnya," ujar pejabat yang berwenang.

Taman ini dibangun oleh China Aerospace International Holdings Limited, perusahaan pembiayaan yang terdaftar di bursa Hong Kong, yang mana China Aerospace Science and Technology Corporation sebagai pemegang saham mayoritasnya.

Sekadar diketahui, China saat ini memiliki tiga stasiun peluncuran, termasuk Jiuquan Satellite Launch Center, Taiyuan Satellite Launch Center, dan Xichang Satellite Launch Center.


  • Vivanews
Baca SelengkapnyaChina Bangun Taman Antariksa

Selasa, 11 Januari 2011

Prediksi Pemanasan Global Terbukti


Bencana alam yang melanda Pakistan, China, Rusia dan melelehnya es di Arktik sesuai dengan prediksi the Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) beberapa tahun lalu. Pakistan dilanda hujan terus-menerus sehingga banjir, sementara Rusia mengalami cuaca paling panas dalam 1.000 tahun.

Kejadian-kejadian sepanjang Juli sampai Agustus 2010 ini telah diprediksi ilmuwan cuaca, meski mereka malu-malu menyebutnya, sebagai bukti pemanasan global telah berlangsung. Mereka sekarang sedang berupaya mencari cara memprediksi cuaca ekstrem ini.



Agustus ini, mereka mulai menggelar rapat yang disponsori Perserikatan Bangsa-bangsa, Amerika Serikat dan Inggris. "Tak ada waktu terbuang lagi karena rakyat harus disiapkan menghadapi pemanasan global," kata Peter Scott, klimatolog pemerintah Inggris.

IPPC pada 2007 telah memprediksi peningkatan temperatur akan menghasilkan gelombang panas dan hujan yang intens. Dalam laporan 2007 yang menghasilkan penghargaan Nobel, IPPC melaporkan "telah diamati" sebuah peningkatan gelombang panas sejak 1950.

Sementara ilmuwan the Goddard Institute of Space Studies NASA, Gavin Schmidt, di New York, menyatakan pendekatan yang tepat adalah "lebih banyak ekstrem panas dan sedikit ekstrem dingin."

Berikut perbandingan fakta dengan prediksi:

Rusia

Untuk pertama kalinya suhu Moskow mencapai 37,8 derajat Celcius. Panas membuat kebakaran hutan dan mengeringkan lahan gambut, sehingga menyelimuti Rusia dengan kabut asap beracun. Kematian meningkat menjadi 700 jiwa per hari.

Tahun 2007, laporan IPCC memprediksi bencana kekeringan di Rusia meningkat dua kali dan melihat kemungkinan kebakaran selama bertahun-tahun. Rusia juga disebut akan kehilangan hasil pertanian.

Pakistan

Hujan lebat terus-menerus selama 36 jam membuat sungai Indus di Pakistan meluap. Diperkirakan 14 juta rakyat Pakistan kena dampak banjir. Pemerintah Pakistan menyebutnya bencana terburuk dalam sejarah bangsa itu.

Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan lebih lebat selama 40 tahun di utara Pakistan dan memprediksi banjir dahsyat akan melanda bagian selatan Asia ini.

China

Negara berpopulasi terbesar di dunia ini mengalami banjir terburuk sedekade, terutama di provinsi di barat laut, Gansu. Banjir dan longsor menewaskan 1.117 orang dan membuat 600 orang hilang.

Tahun 2007, laporan IPPC menyatakan hujan meningkat di barat laut China 33 persen dibanding 1961. Banjir di seluruh negeri meningkat tujuh kali dibanding 1950. Dan banjir akan sering terjadi di abad ini.

Arktik

Sebuah bongkahan es seluas 260 kilometer persegi telah mengapung di barat laut Greenland. Bongkahan es ini adalah yang terbesar tercatat dalam sejarah memisahkan diri dari Arktik.
Es yang mencair ini menyebabkan kenaikan permukaan lau di seluruh dunia, sebagai akibat dari ekspansi cuaca panas ke kawasan kutub. Kenaikan muka laut adalah 3,4 milimeter per dekade, dua kali lipat angka di abad 20. (Associated Press | umi)
VIVAnews
Baca SelengkapnyaPrediksi Pemanasan Global Terbukti

CFC Mulai Ditinggalkan, Bumi Terselamatkan


Apakah Anda ingat CFC atauchlorofluorocarbon? Ya, bahan kimia  yang merupakan gabungan dari tiga senyawa organik, yaitu karbon, khlor, floor. Ia sering dipakai untuk kaleng aerosol, nampan hamburger yang menyerupai aluminium, kulkas, dan barang-barang sejenis yang ternyata dapat merusak kehidupan bumi.
Benar, CFC mulai ditinggalkan beberapa tahun belakangan ini karena terbukti dapat menyebabkan kerusakan vital lapisan ozon dengan menyerang lapisan statosfer.

Jika Anda mencari benda-benda berbahan dasar CFC dewasa ini agak sulit. Ia sudah lama berlalu dari kehidupan manusia. Bahan tersebut dilarang pakai di sebagian besar negara industri sejak munculnya perjanjian internasional pada pertengahan 1990. Kebijakan tersebut kemudian diikuti oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
CFC adalah bahan kimia yang sulit terurai dan berumur panjang. Sama halnya dengan plastik, mereka tetap berada di sekitar kita dan terus memperburuk atmosfer. Pada kebanyakan produk, CFC telah digantikan posisinya oleh HCFC, zat serupa CFC yang juga terbuat dari air. Dikenal pula dengan sebutan freon.
Tetapi, kabar baiknya, keadaan itu hari ini jauh lebih baik. Lembaga ilmiah internasional yang beranggotakan sekitar 300 ilmuwan senior, Scientific Assessment of Ozone Depletion, melaporkan untuk pertama kalinya pada musim gugur tahun ini kandungan CFC12 di lapisan ozon menurun.
Laporan tersebut menegaskan, sebagian besar lapisan ozon yang ada di bumi akan kembali ke normal pada pertengahan abad, sekitar tahun 2050. Kecuali, lubang yang terbuka di Antartika. Bukan tak mungkin, tapi sulit untuk kembali ke normal karena memakan waktu yang lebih lama.
Berita baik ini tak cuma baik bagi kesehatan manusia, tetapi juga perlawanan pada isu pemanasan global. Seperti angin surga di tengah-tengah buntunya negosiasi iklim internasional.
Ozon, zat berwarna kebiru-biruan dan terbentuk dari oksigen, memiliki pertahanan yang rapuh. Anehnya, meski tidak kuat ia bekerja sungguh efektif. Tersebar ke seluruh bumi 21 mil di bawah laposan statosfer, ozon melindungi seluruh makhluk hidup di bumi dari radiasi ultraviolet berbahaya yang dikirim matahari. (Telegraph/hs)
• VIVAnews


Baca SelengkapnyaCFC Mulai Ditinggalkan, Bumi Terselamatkan

Beruang Kutub Punah Abad Ini?


Beruang kutub termasuk dalam daftar spesies hewan yang terancam punah beberapa dekade ke depan. Namun, mereka dapat terhindar dari kepunahan apabila emisi gas rumah kaca dapat dikurangi, sebuah studi melaporkan.
Para ilmuwan mengatakan, masih ada harapan bagi ikon predator benua Arktika itu, meski sempat diperkirakan tiga tahun lalu spesies tersebut akan punah akibat pemanasan global.


Sekitar tahun 2007, es di Kutub Utara diproyeksi akan tergerus pada pertengahan abad ini. Akibatnya, populasi beruang kutub akan berkurang hingga dua pertiga dari total.
Beberapa dekade setelah itu, suhu terus naik dan terlalu sulit untuk mencegah cairnya es menjadi laut, dan beruang kutub akan hilang sama sekali. Temuan ini menyebabkan beruang kutub masuk ke dalam daftar spesies yang terancam di tahun 2008.
Namun, penelitian baru yang dipaparkan di jurnal Nature menentang prediksi tentang titik kritis tersebut karena mencairnya es ke laut sesungguhnya bisa dibendung. Dalam simulasi komputer, yang menghubungkan faktor hubungan antara beruang kutub dan lingkungannya, menunjukkan masih ada waktu untuk mencegah bencana ekologis di Arktika.
Penurunan emisi gas rumah kaca yang signifikan, yang mana dapat mempertahankan kenaikan suhu tidak lebih dari 1,25 derajat Celcius, di akhir abad ini masih memungkinkan beruang kutub untuk bertahan.
"Penelitian kami sangat menjanjikan dan penuh harapan, tetapi juga menjadi insentif bagi manusia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca," kata Dr Cecilia Bitz, salah satu ilmuwan dari University of Washington, yang dikutip VIVAnews dari Daily Mail, Jumat 17 Desember 2010.
Penelitian ini sekaligus meralat hasil penelitian sebelumnya yang juga dipimpin oleh Dr Bitz. Penelitian terdahulu mengatakan bahwa peningkatan suhu tak terkendali menyebabkan hilangnya wilayah es di Kutub Utara dalam waktu kurang dari satu dekade.

• VIVAnews




http://teknologi.vivanews.com/news/read/194299-beruang-kutub-punah-abad-ini-
Baca SelengkapnyaBeruang Kutub Punah Abad Ini?

Tahun 3000, Permukaan Air Laut Naik 4 Meter


Permukaan air laut secara global akan naik setidaknya 13 kaki, atau setara 3,96 meter, pada 1000 tahun mendatang. Kesimpulan diperoleh setelah sejumlah ahli meneliti sejumlah hal. Dari trend kenaikan permukaan laut hingga lapisan es di Antartika.
Para ahli itu menyebutkan bahwa kenaikan permukaan air laut itu  disebabkan oleh emisi karbon dioksida yang terus-terusan dipompa ke atmosfer. Emisi itulah yang menyebabkan runtuhnya es di Antartika Barat, yang diperkirakan akan terjadi sekitar tahun 3000. Jika itu terjadi, maka volume air laut naik dan mungkin saja akan terjadi bencana.

Bahkan, "Lapisan es Antartika kemungkinan besar akan runtuh lebih cepat.  Dan efek dari inersia (kelembaban) perubahan iklim yang sebenarnya akan jauh lebih buruk," kata Profesor Shawn Marshall, pemimpin studi dari University of Calgary di Kanada, yang dikutip VIVAnews dari Daily Mail, Selasa 11 Januari 2011.

Studi terbaru ini, yang sempat dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience, merupakan studi pertama yang memprediski nasib Bumi pada 1000 tahun mendatang. Para ilmuwan menggunakan simulasi komputer untuk menjelajahi skenario 'emisi nol' yang dimulai pada tahun 2010 dan 2100.

Selain es Antartika Barat yang mencair, di waktu yang sama, 30 persen gurun di bagian utara Afrika berubah menjadi tanah kering. Pemanasan laut yang meningkat sampai lima persen memicu runtuhnya lapisan es Antartika Barat, yang luasnya kurang lebih sama dengan luas padang rumput di Kanada.

Penelitian ini belum usai. Para ilmuwan berencana untuk melanjutkan riset ini untuk mengetahui lebih lanjut kapan es Antartika Barat benar-benar hancur dan mencair.
• VIVAnews


http://teknologi.vivanews.com/news/read/198672-tahun-3000--permukaan-air-laut-naik-4-meter
Baca SelengkapnyaTahun 3000, Permukaan Air Laut Naik 4 Meter

Jumat, 05 November 2010

Bahaya debu vulkanik

Oleh: Akbar Bahaulloh

Meletusnya gunung merapi di kota jogja mengeluarkan berbagai jenis debu serta gas dari dalam perut bumi. Gas dan debu ini tidak hanya berbahaya bagi jalur transportasi, tapi juga kesehatan masyarakat.
Debu yang keluar dari gunung yang meletus punya diameter butiran debu-debu yang bertebaran di udara ukurannya sangat kecil (kurang dari 10 mikron), bisa terhirup oleh manusia dan masuk ke dalam saluran nafas dan paru-paru, sehingga dapat menimbulkan gangguan pernafasan.
Baca SelengkapnyaBahaya debu vulkanik